![]() |
| Made by Me |
Apakah
saya mengetahui kelemahanku itu? Nampaknya saya belum tahu apa saja sebenarnya
kelemahan yang saya punya. Saya juga merasakan kebingungan untuk memaksimalkan
begitu banyak potensi yang di anugaerahkan kepada saya. Saya juga tidak tahu
bagaimana memberikan lebih banyak kebaikan dengan potensi-potensi yang saya
miliki. Saya tidak memiliki keyakinan apapun selain kepada tuhan. Bahkan pada
diriku sendiripun saya tidak punya keyakinan itu. Namun, seperti yang saya katakana,
setidaknya saya masih yakin kepada tuhan.
Tidak
tahu selama berapa tahun saya hidup, dan membuat orang lain merasakan kematian.
Saya sangant sedih ketika tidak bisa membuat kontribusi apapun dalam lingkungan
kehidupanku. Tapi ketika saya membuka mata saya sadar bahwa kontribusiku sudah
benar, namun walaupun demikian hal itu tidaklah cukup. Saya harus mampu berdiri
sendiri, saya harus mampu bergerak dengan cepat, bertarung dengan tangkas, dan
menghindar dengan anggun.
Saya
ingin hidup, dengan definisi benar-benar hidup. Dengan definisi benar-benar
menjadi seorang manusia. Menjadi manusia yang benar, benar-benar benar, dan
benar kebenarannya, dan hidup dalam sebuah kebenran. Walaupun orang berkata
bahwa kekuasaan walau segenggam pasti dapat menutupi sekeranjang kebenaran. Saya
sadar dan mengsayai bahwa saya adalah orang yang lemah, dan orang yang hidup
tapi mati, bagaikan benalu yang hanya bisa menghisap inangnya.
Saya
punya seorang guru, kemudian beliau berkata kepadsaya suatu hari, setelah kami
selesai belajar. Beliau berkata bahwa semua rencana-rencana yang sudah dipunya,
tidak boleh hanya di simpan saja di kepala, namun juga harus dilaksanankan, di
lsayakan bagaimanapun juga. Kemudian salah seorang pengusaha besar di Indonesia
juga pernah berkata bahwa, manusia harus menghilangkans egala ketsayatannya
bila ingin maju ke tahap berikutnya dalam hidup. Sayapun menyadari bahwa sebenarnya yang saya
rasakan selama ini adalah tsayat, saya memelihara ketsayatan sebagai anjing,
yang akhirnya memangssaya sendiri sehingga saya lemah dan lembek, bagaiakan
timun rebus.
Saya
sangat malu pada diriku sendiri, saya sangat malu pada pemikiranku, saya sangat
malu pada semua buku yang telah ku baca uyang hanya menumpuk didalam kepala dan
menjad tumpukan ilmu yang tiada pernah saya laksanakan.
Sekali
lagi saya hanya yakin kepada tuhan, bahkan tidak pada diri saya. Oleh karena
itu saya memiliki harapan terakhir yang saya ingin ungkapkan padanya. Wahai tuhan
yang paling tahu, paling mengasihani, dan paling mulia, sengguh saya mengetahui
saya adalah orang yang tiada berguna dan orang yang hina, jadi saya mohon
dengan sangat engkau berikan dalam waktu hidup saya yang singkat ini, berkah
dan kebermanfaatan yangbisa membuat orang lain bahagia, dan megikuti jalan yang
telah engkau buatkan untuk manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar