Rabu, 18 Desember 2019

Orang yang Menang Adalah Orang yang Mengetahui Kelemahan Dirinya.

Made by Me


Apakah saya mengetahui kelemahanku itu? Nampaknya saya belum tahu apa saja sebenarnya kelemahan yang saya punya. Saya juga merasakan kebingungan untuk memaksimalkan begitu banyak potensi yang di anugaerahkan kepada saya. Saya juga tidak tahu bagaimana memberikan lebih banyak kebaikan dengan potensi-potensi yang saya miliki. Saya tidak memiliki keyakinan apapun selain kepada tuhan. Bahkan pada diriku sendiripun saya tidak punya keyakinan itu. Namun, seperti yang saya katakana, setidaknya saya masih yakin kepada tuhan.
Tidak tahu selama berapa tahun saya hidup, dan membuat orang lain merasakan kematian. Saya sangant sedih ketika tidak bisa membuat kontribusi apapun dalam lingkungan kehidupanku. Tapi ketika saya membuka mata saya sadar bahwa kontribusiku sudah benar, namun walaupun demikian hal itu tidaklah cukup. Saya harus mampu berdiri sendiri, saya harus mampu bergerak dengan cepat, bertarung dengan tangkas, dan menghindar dengan anggun.
Saya ingin hidup, dengan definisi benar-benar hidup. Dengan definisi benar-benar menjadi seorang manusia. Menjadi manusia yang benar, benar-benar benar, dan benar kebenarannya, dan hidup dalam sebuah kebenran. Walaupun orang berkata bahwa kekuasaan walau segenggam pasti dapat menutupi sekeranjang kebenaran. Saya sadar dan mengsayai bahwa saya adalah orang yang lemah, dan orang yang hidup tapi mati, bagaikan benalu yang hanya bisa menghisap inangnya.
Saya punya seorang guru, kemudian beliau berkata kepadsaya suatu hari, setelah kami selesai belajar. Beliau berkata bahwa semua rencana-rencana yang sudah dipunya, tidak boleh hanya di simpan saja di kepala, namun juga harus dilaksanankan, di lsayakan bagaimanapun juga. Kemudian salah seorang pengusaha besar di Indonesia juga pernah berkata bahwa, manusia harus menghilangkans egala ketsayatannya bila ingin maju ke tahap berikutnya dalam hidup.  Sayapun menyadari bahwa sebenarnya yang saya rasakan selama ini adalah tsayat, saya memelihara ketsayatan sebagai anjing, yang akhirnya memangssaya sendiri sehingga saya lemah dan lembek, bagaiakan timun rebus.
Saya sangat malu pada diriku sendiri, saya sangat malu pada pemikiranku, saya sangat malu pada semua buku yang telah ku baca uyang hanya menumpuk didalam kepala dan menjad tumpukan ilmu yang tiada pernah saya laksanakan.
Sekali lagi saya hanya yakin kepada tuhan, bahkan tidak pada diri saya. Oleh karena itu saya memiliki harapan terakhir yang saya ingin ungkapkan padanya. Wahai tuhan yang paling tahu, paling mengasihani, dan paling mulia, sengguh saya mengetahui saya adalah orang yang tiada berguna dan orang yang hina, jadi saya mohon dengan sangat engkau berikan dalam waktu hidup saya yang singkat ini, berkah dan kebermanfaatan yangbisa membuat orang lain bahagia, dan megikuti jalan yang telah engkau buatkan untuk manusia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERKEMBANGAN PENYAKIT GEN PADA MANUSIA

Akhirnya setelah sekian lama (hampir 3 tahun penuh) tidak menelurkan tulisan yang di publikasikan pada blog ini, saya kembali datang ke sin...